Peta Nilai Tanah
Gambaran tanah dalam satuan rupiah

Peta nilai tanah merupakan gambaran dari manfaat ekonomi bidang tanah yang dinyatakan dalam satuan moneter (rupiah). Peta nilai tanah dapat digambarkan dalam basis pemetaan berupa kawasan atau zona maupun bidang tanah, yaitu Peta Zona Nilai Tanah dan Peta Nilai Bidang Tanah.
Seiring dengan kebutuhan Peta Nilai Tanah untuk kebutuhan perpajakan properti, dibutuhkan Peta Nilai Tanah skala detail. Di lain sisi, ketersediaan data penawaran maupun transaksi jual beli properti yang digunakan sebagai sampel nilai tanah sangatlah terbatas.
Oleh karena itu, perlu dibangun Peta Nilai Tanah menggunakan pemodelan. Salah satu pemodelan yang memiliki tingkat keakuratan yang baik yaitu Random Forest.
Data yang diperlukan untuk membuat Peta Nilai Tanah antara lain data non spasial berupa data penawaran atau transaksi jual beli properti dan data spasial berupa peta bidang tanah, peta Rencana Tata Ruang Wilayah atau Rencana Detail Tata Ruang, peta jaringan jalan, peta fasilitas, peta risiko.
Data penawaran dan transaksi jual beli properti digunakan sebagai sampel untuk memprediksi nilai tanah.
Data spasial peta digunakan untuk memperoleh variabel-variabel dalam pemodelan nilai tanah.

Variabel nilai tanah merupakan faktor-faktor yang digunakan untuk memprediksi nilai tanah. Dalam Peta Nilai Tanah, variabel dibedakan untuk variabel Zona Nilai Tanah dan Variabel Nilai Bidang Tanah.
Variabel Zona Nilai Tanah meliputi zonasi, kelas jalan, lebar jalan, jarak terhadap fasilitas (ekonomi, budaya, kesehatan, transportasi dan pendidikan), jarak terhadap jalan utama (arteri primer, arteri sekunder, kolektor primer, kolektor sekunder) serta faktor risiko.
Variabel Nilai Bidang Tanah merupakan faktor unik setiap bidang tanah meliputi lebar depan, bentuk bidang tanah, dan letak bidang tanah.
Variabel Zona Nilai Tanah dan Nilai Bidang Tanah

Untuk mendapatkan nilai dari setiap variabel tersebut dilakukan analisis spasial terhadap peta atau data spasial.
Variabel zonasi diperoleh dengan melakukan spatial join antara peta RTRW/RDTR dengan peta bidang tanah.
Variabel kelas jalan dan lebar jalan dilakukan identifikasi berdasarkan peta jaringan jalan, data kelas jalan maupun kenampakan pada citra satelit.
Variabel jarak terhadap fasilitas diperoleh dengan menggunakan tool "closest facilities" antara zona dengan fasilitas berdasarkan jaringan jalan network dataset.
Variabel jarak terhadap jalan utama diperoleh dengan menggunakan tool "closest facilities" antara zona dengan jalan utama berdasarkan jaringan jalan network dataset.
Variabel lebar depan, bentuk bidang tanah dan letak bidang tanah diperoleh dengan melakukan identifikasi pada setiap bidang tanah.

Random Forest merupakan suatu algoritma machine learning yang digunakan pada klasifikasi dan prediksi data dalam jumlah yang besar dengan cara menggabungkan beberapa decision tree untuk mencapai hasil yang lebih akurat.
Untuk memperoleh nilai setiap zona berdasarkan sampel data penawaran/transaksi properti yang sudah diperoleh dilakukan dengan menggunakan Algoritma Random Forest.
Persamaan Fungsi Zona Nilai Tanah
Algoritma Random Forest pada ArcGIS Pro terdapat pada tool Forest based Classification and Regression (Spatial Statistics toolbox).
Forest based Classification and Regression (Spatial Statistics toolbox) digunakan untuk membuat model dan menghasilkan prediksi menggunakan adaptasi algoritma random forest, yaitu metode pembelajaran mesin terawasi yang dikembangkan oleh Leo Breiman dan Adele Cutler.
Prediksi dapat dilakukan baik untuk variabel kategori (klasifikasi) maupun variabel kontinu (regresi). Variabel penjelas dapat berupa kolom pada tabel atribut fitur pelatihan, kumpulan data raster, dan fitur jarak yang digunakan untuk menghitung nilai kedekatan untuk digunakan sebagai variabel tambahan. Selain validasi performa model berdasarkan data pelatihan, prediksi dapat dibuat pada fitur atau raster prediksi.
Nilai bidang tanah merupakan nilai unik dari setiap bidang tanah. Nilai bidang tanah diperoleh dengan cara membandingkan skor persil terhadap skor acuan dikali dengan nilai acuan.
Skor persil adalah hasil perkalian skor lebar depan, skor bentuk bidang tanah dan skor letak bidang tanah.
Skor variabel lebar depan, bentuk dan letak bidang tanah
Skor acuan adalah skor persil dari bidang tanah yang dijadikan acuan dalam setiap zona. Bidang tanah acuan tersebut memiliki nilai yang sama dengan nilai zona.
Peta Zona Nilai Tanah menampilkan nilai dalam basis pemetaan zona. Zona merupakan gabungan dari beberapa bidang tanah yang memiliki zonasi, kelas jalan dan lebar jalan yang sama.
Peta Zona Nilai Tanah
Peta Nilai Bidang Tanah menampilkan nilai dalam basis pemetaan bidang tanah. Nilai bidang tanah merupakan nilai yang diperoleh dari perbandingan skor bidang tanah.
Peta Nilai Bidang Tanah
Swipe map berikut menampilkan Peta Zona Nilai Tanah dan Peta Bidang Tanah secara interaktif. Nilai setiap bidang tanah akan terhubung dengan nilai zona dimana bidang tanah tersebut berada. Bidang tanah yang memiliki skor persil paling tinggi dalam setiap zona maka akan memiliki nilai bidang tanah yang paling tinggi juga.
Peta Nilai Tanah Interaktif
Dashboard nilai tanah menampilakan data nilai tanah yang dikemas menjadi informasi dalam bentuk chart.
Dashboard Nilai Tanah